Industry Leading Waranty

HOME MigasNews


Dongkrak Produksi, Pemerintah Lepas 12 Area Migas Tahun Ini

Minggu, 09 Februari 2020 743

Dongkrak Produksi, Pemerintah Lepas 12 Area Migas Tahun Ini

Foto : Istimewa

Wartatambang.com, Jakarta. Pemerintah melepas 12 area potensi eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) pada tahun ini. Hal ini untuk meningkatkan produksi migas nasional.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, memliki cadangan minyak bumi 3,774 miliar barel dan gas 77 TCF. Cadangan migas yang dimiliki Indonesi tersebut tidak termasuk dalam kategori cadangan besar.

"Secara dunia tidak signifikan," kata Arifin, di Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Arifin melanjutkan, Indonesia memiliki 128 cekungan yang berpotensi menyimpan kandungan migas‎, dari 128 cekungan 18 cekungan sudah diproduksi, 12 cekungan sudah dibor ada kandungan migasnya, 24 cekungan sudah dibor tidak ada kandungan migasnya. Sisanya, ada 74 cekungan yang belum tergarap dan sedang disiapkan untuk dieksplorasi.

"Di antara 128 cekungan yang ada, kita memiliki 74 lagi dalam lima tahun kita lauching untuk. Dikerjsamakan," tuturnya.

Menurut Arif, dalam 74 ‎cekungan yang belum tersentuh tersebut, ada 12 area yang memiliki potensi untuk dieksplorasi terletak dari Sumatera hingga Papua. 12 area tersebut akan ditawarkn ke investor pada tahun ini.‎ Harapanya, dapat meningkatkan produksi migas.

"Dari discover basin tadi, kita memiliki 12 area potensi eksplorsi, ini diharapkan menambahkan jumlah produksi migas kita, mudah-mudahan dalam invetasi ini bisa membuka daerah eksplorasi baru," tandasnya.

Adapun 12 area tersebut adalah, North Sumatra Basin, Central Sumatra Basin, South Sumatera Basin, NE Java-Makasar Strait Basin, Tarakan Offshore Basin, Kutei Offshore Basin, Buton Offshore Basin, Northern Papua Basin, Birds Body Basin, Warim Basin, Open Area Makasar Strait Basin, Timor-Tanimbar Semai Basin.

Sebanyak 12 proyek migas dijadwalkan mulai berjalan pada 2020 guna mendongkrak produksi siap jual minyak dan gas bumi (migas) Indonesia, berdasarkan data dari Kementerian ESDM.

"Sekarang ini kita sedang mengupayakan supaya ada pengembangan sumber-sumber (migas) baru sehingga kita bisa menemukan migas. Kalau gasnya oke, kalau minyaknya butuh waktu," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dikutip dari Antara, Minggu (19/1/2020).

Arifin mengakui, proses alamiah seperti jumlah dan waktu menyebabkan terjadinya penurunan produksi migas pada dekade terakhir. Kondisi ini menjadi tugas besar dirinya saat ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) guna menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Hal yang paling utama (arahan Presiden) adalah bagaimana bisa meningkatkan lifting migas karena memang dalam beberapa tahun ini produksi migas kita menurun," ungkap Arifin.

Saat ini, Pemerintah mempercayakan kepada Pertamina selaku perusahaan pelat merah untuk mengelola beberapa WK yang sudah berakhir masa kontraknya dan dikembalikan oleh negara. "Pertamina ditugaskan untuk alih kelola dan mengembalikan produktivitas (WK terminasi)," tegas Arifin.

Pemerintah sendiri menetapkan lifting migas pada APBN 2020 sebesar 1.946 Million of Barrels of Oil Equivalent Per Day (MBOEPD) dengan rincian 755 mbopd dari minyak dan 1.191 dari mboepd dari migas. Optimisme terhadap capaian target lifting migas terlihat dari 12 proyek migas yang diproyeksikan berjalan tahun 2020 ini.



Joko Yuwono

Sumber Berita : Liputan6.com
Editor : Joko Yuwono

Test Upload Iklan by Company 728x90-2

Warta Terkait

Industry Leading Waranty