Home / News / Internasional

Australia Terendam Banjir, Harga Batu Bara Diprediksi Melambung

Kamis - 10 Mar 2022, 1:52 WIB
Foto: Tambang Batubara di Australia (Www.mining.com)
Editor : Joko Yuwono | Tim Redaksi

Jakarta, Wartatambang.com -- Salah satu lokasi yang terendam adalah lembah Hunter. Tambang Hunter Valley milik BHP termasuk tambang Mount Arthur memproduksi 20 juta ton/tahun. Sementara usaha patungan Operasi Hunter Valley antara Yancoal dan Glencore memproduksi 12,5 juta ton per tahun.

Perdagangan batu bara dunia berpotensi terganggu akibat bencana banjir di Australia yang merupakan salah satu eksportir utama dunia.

Pada hari Rabu (09/03/2022), harga batu bara Newcastle (Australia) tercatat US$ 426,85/ton, naik 0,28 persen dari hari sebelumnya.

Dilansir dari CNBC, pertambangan batu bara di wilayah lembah Hunter utama di New South Wales (NSW) terendam banjri setelah hujan lebat yang terjadi pada awal minggu ini. Akses jalan menuju tambang banyak yang terputus akibat banjir dan menyebabkan warga sekitar harus dievakuasi.

Baca Juga: Setelah Nikel, Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Diperkirakan akan memakan waktu beberapa minggu sebelum operator tambang dapat sepenuhnya menilai kerusakan.

Pekan lalu, tambang di lembah Hunter beroperasi seperti biasa, meskipun kondisi penampungan air mendekati kapasitas penuh.

Akan tetapi, banjir minggu ini telah mengisi lubang tambang, sehingga membutuhkan waktu untuk mengosongkannya. Infrastruktur seperti pelabuhan dan kereta api diprediksi akan pulih lebih cepat.

Baca Juga: Harga Batu Bara Tembus US$414 per Ton di Pasar Internasional

Kata Kunci : Berita pertambangan Indonesia, info tambang, dunia tambang

Halaman :
BERITA PILIHAN
Berita Lainnya