Home / News / Korporasi

Merdeka Copper Akuisisi Perusahaan Tambang Nikel Rp 5,37 Triliun

Selasa - 29 Mar 2022, 1:03 WIB
Foto: Ilustrasi area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milk PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, di Banyuwangi, Jawa Timur. (JIBI/Abdullah Azzam)
Editor : Joko Yuwono | Tim Redaksi

Jakarta, Wartatambang.com -- Mengacu keterbukaan informasi perusahaan, Merdeka Copper dan BTA telah menandatangani perjanjian pengambilalihan bagian saham bersyarat pada 24 Maret lalu.

Perusahaan tambang emas yang terafiliasi dengan Grup Saratoga, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengakuisisi perusahaan holding tambang nikel, PT Hamparan Logistik Nusantara (HLN) dari PT Provident Capital Indonesia.

Dilansir Katadata.co.id, transaksi pengambilalihan itu dilakukan melalui anak usaha Merdeka Copper Gold, PT Batutua Tambang Abadi (BTA).

Mengacu keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen MDKA, perseroan dan BTA telah menandatangani perjanjian pengambilan bagian saham bersyarat pada 24 Maret 2022.

Baca Juga: Setelah Nikel, Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Berdasarkan perjanjian, MDKA dan BTA menyetujui pemberian yang muka setoran modal bersyarat senilai Rp 5,37 triliun. Transaksi tersebut masih transaksi material, mengingat MDKA adalah salah satu dari portofolio investasi Provident Capital.

Manajemen MDKA menjelaskan, tujuan dari transaksi tersebut merupakan aksi korporasi BTA sebagai salah satu langkah strategis BTA untuk mengembangkan kegiatan usahanya, terutama sehubungan dengan rencana pengambilalihan PT Hamparan Logistik Nusantara oleh BTA.

"Dengan adanya transaksi ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomis ke depannya bagi BTA maupun perseroan," ungkap manajemen Merdeka Copper, Selasa (29/3).

Baca Juga: Harga Batu Bara Tembus US$414 per Ton di Pasar Internasional

Kata Kunci : Merdeka Copper

Halaman :
BERITA PILIHAN
Berita Lainnya