Dengan kapasitas produksi yang besar, smelter ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan ekspor produk olahan nikel dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
“Nilai ekspor produk nikel naik delapan kali lipat dari USD 4,31 miliar pada 2017 menjadi USD 34,44 miliar pada 2023,”ujar Airlangga dikutip dari RRI.co.id.
Total investasi dalam rangka hilirisasi nikel sendiri hingga Juni 2024 mencapai angka USD 30 miliar. Investasi tersebut berfokus pada pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik serta pembangunan smelter.
Airlagga juga mengungkapkan bahwa kehadiran kawasan industri hilirisasi nikel ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Morowali, bahkan hingga empat kali lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional.
Kata Kunci : Pembangunan Smelter Nikel di Kawasan Industri Neo Energy Morowali Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Hilirisasi
10 Jul 2025, 19:17 WIB
03 Jul 2025, 14:31 WIB
Teknologi
30 Mei 2025, 0:30 WIB
Internasional
24 Feb 2025, 0:22 WIB
Liputan Khusus
13 Jan 2025, 15:49 WIB
Minyak dan Gas
12 Jan 2025, 23:31 WIB
Nasional
10 Jan 2025, 19:16 WIB
Ulasan
18 Des 2024, 13:38 WIB
Energi
18 Des 2024, 10:16 WIB
Internasional
16 Des 2024, 12:58 WIB
Nasional
13 Des 2024, 10:28 WIB
Lingkungan
12 Des 2024, 10:49 WIB
Energi
11 Des 2024, 11:12 WIB
Nasional
09 Des 2024, 13:08 WIB
Energi
05 Des 2024, 10:41 WIB
Nasional
04 Des 2024, 10:54 WIB
Nasional
03 Des 2024, 12:23 WIB
Internasional
02 Des 2024, 13:56 WIB
Nasional
26 Nov 2024, 10:29 WIB
Nasional
25 Nov 2024, 13:23 WIB
Nasional
25 Nov 2024, 10:11 WIB
Energi
21 Nov 2024, 10:24 WIB