Fashion Brand Season Sale
Fashion Brand Season Sale
Home
»
Nasional
»
Detail Berita


Bahlil Akui Indonesia Masih Impor Nikel Meski Punya Cadangan Terbesar di Dunia, Ada Apa?

Foto: Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat membuka acara Minerba Expo 2024 di Jakarta (Dok. Kementerian ESDM)
Pasang Iklan
Oleh : M. Haris Zakiyuddin

Jakarta, Wartatambang.com -- Indonesia merupakan negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia. Sekitar 42,1% cadangan nikel dunia berada di Indonesia. Bahkan angka tersebut masih terpaut jauh dengan Australia yang menempati posisi kedua dengan angka 18,4%.

Meski menjadi negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia, nyatanya Indonesia masih melakukan impor nikel dari luar negeri. Hal ini diakui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dalam kegiatan Minerba Expo 2024 pada Senin (25/11/2024) di Balai Kartini, Jakarta.

Bahlil mengungkapkan bahwa jumlah nikel yang diimpor dari luar hanya sekitar 10% saja dari total kebutuhan nikel dalam negeri. Menurutnya, impor nikel merupakan kegiatan yang lumrah dilakukan oleh negara industri di dunia dan bukan merupakan kegiatan yang haram dilakukan.

“Ya, total 157 juta ton (produksi nikel keseluruhan). Nah, sekarang barang sudah sebagian ada impor itu, menurut saya baru dua kapal kok. Dan itu pun limonite,” ungkap Bahlil dikutip dari cnbcindonesia.com pada Selasa (26/11/2024).

Adanya kegiatan impor ini menurut Bahlil disebabkan oleh keterlambatan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sehingga berdampak pada produksi nikel dalam negeri dan menyebabkan impor nikel harus dilakukan.

Ia mewanti-wanti agar perizinan produksi nikel yang dilakukan melalui RKAB di Indonesia jangan sampai terlalu berlebihan. Hal ini menurut Bahlil tentu dapat mempengaruhi harga nikel di dunia.

Dilansir dari kontan.co.id, Singgih Widagdo selaku Ketua Indonesia Mining & Energy Forum (IMEF) mengemukakan bahwa impor nikel terpaksa harus dilakukan karena pasokan nikel dari perusahaan dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan smelter.



Halaman :

Kata Kunci : Bahlil Akui Indonesia Masih Impor Nikel Meski Punya Cadangan Terbesar di Dunia, Mengapa Demikian?

Sorotan


Teknologi Oil Separator, Solusi Ramah Lingkungan untuk Pengolahan Limbah Industri Tambang

Teknologi

Ketegangan Global Dikhawatirkan Meningkat Terkait Mineral Tanah Jarang (REE)

Internasional

Imbas Pembatasan Kuota Produksi, Harga Nikel Diprediksi Naik Signifikan Tahun Ini

Liputan Khusus

Menimbang Untung-Rugi Rencana Indonesia Membeli Minyak Mentah dari Rusia

Minyak dan Gas

Presiden Prabowo Tunjuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Sebagai Ketua Satgas Hilirisasi

Nasional

Pasang Iklan

Pilihan Redaksi

Ironi Ketahanan Energi, Ini Alasan Indonesia Mengimpor Minyak dari Singapura

Ulasan

Energi Panas Bumi Jadi Andalan Bauran EBT Hingga Akhir 2024

Energi

Tambang Batubara di Afghanistan Runtuh, Beberapa Orang Terjebak

Internasional

WALHI Sumbar Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Tambang Ilegal 600 Juta Per Bulan Kepada Aparat

Nasional

Bekas Tambang Grasberg Dalam Proses Reklamasi, Berapa Dananya?

Lingkungan

Pasang Iklan

Baca Juga

Pemerintah Akan Dorong Pemanfaatan Gas Bumi Untuk Swasembada Energi

Energi

Ada Dugaan Pelanggaran HAM Dibalik Aktivitas Tambang di Musi Banyuasin, Berikut Kronologinya

Nasional

Di Tengah Gencarnya Transisi Energi, Mengapa Indonesia Masih Pakai Batubara?

Energi

Indonesia dan Kanada Jalin Kerjasama Sektor Mineral Kritis dan Transisi Energi

Nasional

Harga Komoditas Produk Pertambangan Turun Jelang Pergantian Tahun, Mengapa?

Nasional

Pasang Iklan

Berita Lainnya

China Temukan Cadangan Emas Raksasa Berkualitas Tinggi

Internasional

Bahlil Akui Indonesia Masih Impor Nikel Meski Punya Cadangan Terbesar di Dunia, Ada Apa?

Nasional

Kasus Polisi Tembak Polisi Diduga Akibat Lindungi Tambang Ilegal, Penegakan Hukum Harus Transparan

Nasional

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakati Kerjasama Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral

Nasional

Pemerintah Akan Pangkas Izin Sektor Energi Panas Bumi Jadi 5 Hari

Energi

Pasang Iklan