Fashion Brand Season Sale
Fashion Brand Season Sale
Home
»
Informasi CSR
»
Detail Berita


Dukung Keberlanjutan dan Produktivitas, United Tractors Tbk Berikan Mesin Perahu untuk Kelompok Tani Rumput Laut Jepara

Foto: Direktur PT Bhumi Jati Power (BJP) Boy Gemino Kalauserang menyerahkan bantuan mesin perahu itu untuk menunjang kegiatan pembudidayaan rumput laut yang dikelola oleh Kelompok Tani Jaya Samudra
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Jepara, Wartatambang.com — PT United Tractors Tbk (UNTR), melalui anak perusahaannya PT Bhumi Jati Power (BJP), telah memberikan bantuan berupa mesin perahu untuk mendukung produktivitas para petani rumput laut di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Bantuan ini ditujukan untuk Kelompok Tani Jaya Samudra yang mengelola lahan budi daya di Pantai Bondo, Desa Bondo, Kecamatan Bangsri.

Direktur BJP, Boy Gemino Kalauserang, menjelaskan bahwa bantuan ini adalah respons terhadap kebutuhan tambahan mesin bagi kelompok tani tersebut, yang selama ini menghadapi kendala fasilitas.

Menurutnya, saat terakhir berkunjung ke Desa Bondo, ia mendapati bahwa kelompok tersebut kekurangan mesin untuk menggerakkan perahu yang digunakan dalam kegiatan budidaya.

"Kami membantu pengadaan mesin, karena pada terakhir saya ke sini (Desa Bondo), mesinnya kurang," ujar Boy saat berada di Jepara pada hari Rabu (23/10/2024).

Selama ini, kelompok tani hanya memiliki dua mesin perahu untuk enam unit perahu yang tersedia, sehingga bantuan empat mesin perahu tersebut diharapkan mampu menambah efektivitas produksi kelompok tersebut.

"Kapalnya (perahu) ada enam, mesinnya hanya dua. Jadi, kurang empat mesinnya, sehingga kami berikan bantuan mesin ini," lanjut Boy.

Dengan adanya tambahan mesin ini, Boy berharap para petani rumput laut dapat meningkatkan produktivitas budi daya mereka, sekaligus mengoptimalkan hasil produksi.

Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen UNTR dan BJP untuk mendorong keberlanjutan usaha dan kesejahteraan petani rumput laut di Desa Bondo.

"Mudah-mudahan dengan mesin ini dapat membantu teman-teman kelompok untuk lebih produktif dalam melakukan pembudidayaan seaweed dan juga nanti akan lebih besar secara skala produksi maupun pemanfaatannya," tambah Boy.

Corporate Social Responsibility (CSR) and Communication Manager UNTR, Himawan Sutanto, juga menegaskan bahwa pihaknya senantiasa berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar wilayah usaha mereka.

Menurutnya, UNTR senang dapat terus berkontribusi, baik dalam kegiatan operasional maupun dukungan untuk masyarakat sekitar.

"Kami dari United Tractors sangat senang bahwa keberadaan United Tractors dan grupnya selalu memberi kemanfaatan bukan hanya untuk operasional tapi juga untuk masyarakat di sekitar," kata Himawan.

Ia menambahkan bahwa pihak UNTR siap mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah (UMKM) lainnya di wilayah lain, yang nantinya bisa diterapkan di Desa Bondo.

Himawan juga menyebut kelompok tani seperti di Desa Bondo sebagai “local hero” atau pahlawan lokal yang menggerakkan roda ekonomi di wilayah tersebut.

"Kelompok tani di sini adalah local hero yang sebenarnya, kalau dari data pemerintah kita sebenarnya UMKM baik kelompok tani, inilah yang menjadi roda ekonomi yang sesungguhnya," ujarnya.

UNTR Group sendiri telah membina lebih dari 2.000 UMKM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Menurut Himawan, beberapa UMKM yang dibina oleh mereka telah berhasil berkembang dan bahkan naik kelas, menunjukkan peningkatan anggota dan pendapatan yang signifikan.

"Di seluruh Indonesia ada 2.000 UMKM binaan UNTR Group, alhamdulillah di antaranya sudah ada yang naik kelas, dari awalnya cuma memiliki anggota 10, bisa menjadi 20, pendapatan penjualannya dari Rp100 ribu jadi Rp300 ribu, itu adalah sebuah prestasi," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Jaya Samudra, Bambang Sutrio, menyampaikan apresiasinya atas bantuan mesin perahu yang diberikan oleh UNTR Group.

Bantuan ini, menurutnya, sangat bermanfaat bagi kelompoknya untuk melanjutkan pengembangan budi daya rumput laut di wilayah Pantai Bondo.

"Semua ini sangat bermanfaat bagi kami untuk meneruskan pengembangan budi daya rumput laut di Pantai Bondo ini," kata Bambang.

Ia menjelaskan bahwa budi daya rumput laut di wilayah tersebut telah berlangsung sejak tahun 2022. Kini, kelompok tani yang dipimpinnya telah beranggotakan 20 orang.

Menurut Bambang, proses budi daya rumput laut menarik minat petani karena waktu panennya yang relatif singkat, yaitu sekitar 45 hari, sehingga memberikan peluang ekonomi yang menguntungkan.

Hasil panen rumput laut dari satu siklus tanam terbukti sangat menguntungkan dengan produktivitas hingga 10 kali lipat dari bibit yang ditanam.

Bahkan, Bambang menyebutkan bahwa kelompoknya mampu menghasilkan hingga 2 ton rumput laut dalam sekali panen, yang kemudian memungkinkan para anggota kelompok untuk memperoleh pendapatan yang cukup besar dari kegiatan ini.

"Dalam budi daya rumput laut hasilnya ternyata berlipat ganda. Sampai saya sendiri bisa sampai 2 ton, itu aja kita sambil santai, semua itu juga berkat doa dari pendamping kami," tambah Bambang. (*)

Halaman :

Kata Kunci : Dukung Keberlanjutan dan Produktivitas, United Tractors Tbk Berikan Mesin Perahu untuk Kelompok Tani Rumput Laut Jepara

Sorotan


Teknologi Oil Separator, Solusi Ramah Lingkungan untuk Pengolahan Limbah Industri Tambang

Teknologi

Ketegangan Global Dikhawatirkan Meningkat Terkait Mineral Tanah Jarang (REE)

Internasional

Imbas Pembatasan Kuota Produksi, Harga Nikel Diprediksi Naik Signifikan Tahun Ini

Liputan Khusus

Menimbang Untung-Rugi Rencana Indonesia Membeli Minyak Mentah dari Rusia

Minyak dan Gas

Presiden Prabowo Tunjuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Sebagai Ketua Satgas Hilirisasi

Nasional

Pasang Iklan

Pilihan Redaksi

Ironi Ketahanan Energi, Ini Alasan Indonesia Mengimpor Minyak dari Singapura

Ulasan

Energi Panas Bumi Jadi Andalan Bauran EBT Hingga Akhir 2024

Energi

Tambang Batubara di Afghanistan Runtuh, Beberapa Orang Terjebak

Internasional

WALHI Sumbar Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Tambang Ilegal 600 Juta Per Bulan Kepada Aparat

Nasional

Bekas Tambang Grasberg Dalam Proses Reklamasi, Berapa Dananya?

Lingkungan

Pasang Iklan

Baca Juga

Pemerintah Akan Dorong Pemanfaatan Gas Bumi Untuk Swasembada Energi

Energi

Ada Dugaan Pelanggaran HAM Dibalik Aktivitas Tambang di Musi Banyuasin, Berikut Kronologinya

Nasional

Di Tengah Gencarnya Transisi Energi, Mengapa Indonesia Masih Pakai Batubara?

Energi

Indonesia dan Kanada Jalin Kerjasama Sektor Mineral Kritis dan Transisi Energi

Nasional

Harga Komoditas Produk Pertambangan Turun Jelang Pergantian Tahun, Mengapa?

Nasional

Pasang Iklan

Berita Lainnya

China Temukan Cadangan Emas Raksasa Berkualitas Tinggi

Internasional

Bahlil Akui Indonesia Masih Impor Nikel Meski Punya Cadangan Terbesar di Dunia, Ada Apa?

Nasional

Kasus Polisi Tembak Polisi Diduga Akibat Lindungi Tambang Ilegal, Penegakan Hukum Harus Transparan

Nasional

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakati Kerjasama Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral

Nasional

Pemerintah Akan Pangkas Izin Sektor Energi Panas Bumi Jadi 5 Hari

Energi

Pasang Iklan