Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengimpor sekitar 15 juta ton minyak mentah pada tahun 2022. Nigeria menyuplai 5,6 juta ton, Arab Saudi 4,1 juta ton, dan Azerbaijan sekitar 1 juta ton.
Dari sisi nilai, impor minyak mentah Indonesia pada tahun tersebut mencapai miliaran dolar AS, dengan ketergantungan yang cukup besar pada Timur Tengah.
Namun, harga minyak dunia yang fluktuatif, risiko geopolitik di Timur Tengah, dan kebutuhan diversifikasi pasokan telah mendorong pemerintah untuk menjajaki opsi baru, termasuk dari Rusia.
Salah satu keuntungan utama membeli minyak dari Rusia adalah harga yang relatif lebih murah.
Pasca sanksi ekonomi dari negara-negara Barat akibat konflik Rusia-Ukraina, Rusia menawarkan minyaknya dengan diskon besar kepada negara-negara non-Barat, termasuk anggota BRICS.
Diskon tersebut berpotensi mengurangi biaya impor minyak Indonesia, yang pada gilirannya dapat menekan defisit neraca perdagangan minyak dan gas (migas).
Kata Kunci : Menimbang Untung-Rugi Rencana Indonesia Membeli Minyak Mentah dari Rusia
10 Jul 2025, 19:17 WIB
03 Jul 2025, 14:31 WIB
Teknologi
30 Mei 2025, 0:30 WIB
Internasional
24 Feb 2025, 0:22 WIB
Liputan Khusus
13 Jan 2025, 15:49 WIB
Minyak dan Gas
12 Jan 2025, 23:31 WIB
Nasional
10 Jan 2025, 19:16 WIB
Ulasan
18 Des 2024, 13:38 WIB
Energi
18 Des 2024, 10:16 WIB
Internasional
16 Des 2024, 12:58 WIB
Nasional
13 Des 2024, 10:28 WIB
Lingkungan
12 Des 2024, 10:49 WIB
Energi
11 Des 2024, 11:12 WIB
Nasional
09 Des 2024, 13:08 WIB
Energi
05 Des 2024, 10:41 WIB
Nasional
04 Des 2024, 10:54 WIB
Nasional
03 Des 2024, 12:23 WIB
Internasional
02 Des 2024, 13:56 WIB
Nasional
26 Nov 2024, 10:29 WIB
Nasional
25 Nov 2024, 13:23 WIB
Nasional
25 Nov 2024, 10:11 WIB
Energi
21 Nov 2024, 10:24 WIB