Padahal, jika mengacu aturan yang lama atau masih diatur oleh pusat, timah itu barang strategis alias hanya diproduksi oleh perusahaan pelat merah.
"Jadi teknologi yang dibuat harus bisa selesaikan konflik dengan masyarakat," papar dia.
Sementara Sekretaris Perusahaan PT Timah Amin Haris Sugiarto mengatakan, TKT dapat dijadikan solusi pola penambangan yang lebih ramah lingkungan. Sebab, secara teknis, alat ini mampu menambang timah aluvial dengan efektif dan efisien, tanpa harus melakukan bukaan area yang luas.
Saat ini penambangan timah alluvial saat ini biasa dilakukan dengan metode semprot (hydraulic mining) dan terbuka (open mining). Namun, cara konvensional ini cenderung menyebabkan benturan dengan sektor lainnya karena kebutuhan area penambangan yang luas.
’’Alat ini tidak perlu mengupas overburden dan hanya memerlukan bukaan vegetasi yang sangat minimal. Keunggulan kompetitif alat ini yakni mampu menambang timah yang spotted namun high grade, di mana alat tambang lain sulit untuk menambangnya secara ekonomis," ujar Amin.
Amin mengklaim, keunggulan lain sub-surface hydrolic mining adalah luasan area penambangan dan potensi limbah minimal, kegiatan land clearing dan stripping overburden minimal, penggalian bijih (ore) lebih maksimal serta aspek keselamatan bisa lebih dimaksimalkan.
Kata Kunci : pt timah pangkalpinang bangka belitung, sub-surface mining, tambang timah
10 Jul 2025, 19:17 WIB
03 Jul 2025, 14:31 WIB
Teknologi
30 Mei 2025, 0:30 WIB
Internasional
24 Feb 2025, 0:22 WIB
Liputan Khusus
13 Jan 2025, 15:49 WIB
Minyak dan Gas
12 Jan 2025, 23:31 WIB
Nasional
10 Jan 2025, 19:16 WIB
Ulasan
18 Des 2024, 13:38 WIB
Energi
18 Des 2024, 10:16 WIB
Internasional
16 Des 2024, 12:58 WIB
Nasional
13 Des 2024, 10:28 WIB
Lingkungan
12 Des 2024, 10:49 WIB
Energi
11 Des 2024, 11:12 WIB
Nasional
09 Des 2024, 13:08 WIB
Energi
05 Des 2024, 10:41 WIB
Nasional
04 Des 2024, 10:54 WIB
Nasional
03 Des 2024, 12:23 WIB
Internasional
02 Des 2024, 13:56 WIB
Nasional
26 Nov 2024, 10:29 WIB
Nasional
25 Nov 2024, 13:23 WIB
Nasional
25 Nov 2024, 10:11 WIB
Energi
21 Nov 2024, 10:24 WIB