Sebagai upaya pemenuhan target tersebut, Pertamina Hulu Rokan mulai mempersiapkan strategi serta perencanaan penggunaan teknologi-teknologi terbaru. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan produksi minyak bumi di Blok Rokan.
Alih Kelola dari Chevron ke Pertamina
Semenjak awal penemuan sumber minyak bumi di Blok Rokan, aktivitas produksi di Blok Rokan dilakukan oleh perusahaan asing Chevron Pacific. Kontrak yang dimiliki oleh Chevron kemudian habis pada tahun 2021 silam.
Pada Juni 2018, Pertamina memenangkan lelang kontrak gross split sebagai pengelola Blok Rokan selanjutnya untuk 20 tahun ke depan. Hingga akhirnya pada 8 Agustus 2021 satu-satunya blok migas yang tertinggal dikelola Chevron berakhir dan selanjutnya dikelola oleh KSSK baru yakni PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Setelah diambil alih oleh Pertamina, produksi minyak bumi di Blok Rokan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Saat masih dikelola oleh Chevron, produksi minyak bumi mencapai 130 ribu barel per hari. Angka ini kemudian meningkat menjadi 162 ribu barel per hari.
Rencana Pengembangan
Kata Kunci : Berikut Fakta-Fakta Menarik Tentang Blok Rokan Sebagai Aset Berharga Milik Indonesia
10 Jul 2025, 19:17 WIB
03 Jul 2025, 14:31 WIB
Teknologi
30 Mei 2025, 0:30 WIB
Internasional
24 Feb 2025, 0:22 WIB
Liputan Khusus
13 Jan 2025, 15:49 WIB
Minyak dan Gas
12 Jan 2025, 23:31 WIB
Nasional
10 Jan 2025, 19:16 WIB
Ulasan
18 Des 2024, 13:38 WIB
Energi
18 Des 2024, 10:16 WIB
Internasional
16 Des 2024, 12:58 WIB
Nasional
13 Des 2024, 10:28 WIB
Lingkungan
12 Des 2024, 10:49 WIB
Energi
11 Des 2024, 11:12 WIB
Nasional
09 Des 2024, 13:08 WIB
Energi
05 Des 2024, 10:41 WIB
Nasional
04 Des 2024, 10:54 WIB
Nasional
03 Des 2024, 12:23 WIB
Internasional
02 Des 2024, 13:56 WIB
Nasional
26 Nov 2024, 10:29 WIB
Nasional
25 Nov 2024, 13:23 WIB
Nasional
25 Nov 2024, 10:11 WIB
Energi
21 Nov 2024, 10:24 WIB