Fashion Brand Season Sale
Fashion Brand Season Sale
Home
»
Nasional
»
Detail Berita


Presiden Prabowo Tunjuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Sebagai Ketua Satgas Hilirisasi

Foto: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, ditunjuk sebagai Ketua Satuan Tugas Hilirisasi.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Jakarta, Wartatambang.com — Presiden Prabowo Subianto telah mengambil langkah strategis dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi yang diketuai oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, di Jakarta Jumat (10/1/2025).

Pembentukan satgas ini bertujuan untuk mempercepat proses hilirisasi di berbagai sektor, termasuk pertambangan, pertanian, kehutanan, dan perikanan, guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

Sebagaimana diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah berupaya mendorong hilirisasi sebagai strategi untuk meningkatkan nilai tambah produk domestik dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.

Namun, proses perizinan yang kompleks dan birokrasi yang panjang seringkali menjadi hambatan dalam implementasinya. Presiden Prabowo menilai perlu adanya integrasi dan percepatan dalam proses ini, sehingga diputuskan untuk membentuk Satgas Hilirisasi.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang ditunjuk sebagai ketua satgas, menyatakan bahwa pembentukan satgas ini melibatkan berbagai kementerian teknis, seperti Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perindustrian.

Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan perizinan dan mempercepat peningkatan nilai tambah di sektor-sektor tersebut.

Struktur dan Tugas Satgas Hilirisasi
Satgas Hilirisasi akan berfungsi sebagai wadah koordinasi lintas kementerian untuk memastikan bahwa proses hilirisasi berjalan lancar dan efisien.

Dengan adanya satgas ini, diharapkan tidak ada lagi ego sektoral yang menghambat proses perizinan dan implementasi hilirisasi. Semua kementerian terkait akan bekerja secara terpadu dalam satu tim untuk mencapai tujuan bersama.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Satgas Hilirisasi akan fokus pada 36 komoditas, termasuk produk pertambangan seperti mineral dan batu bara, pertanian, dan farmasi.

Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperluas hilirisasi tidak hanya di sektor pertambangan, tetapi juga di sektor lain yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Salah satu alasan utama dibentuknya Satgas Hilirisasi adalah untuk mengatasi berbagai hambatan dalam proses perizinan yang selama ini menjadi kendala.

Menteri Bahlil mengungkapkan bahwa meskipun Izin Usaha Pertambangan (IUP) relatif mudah didapat, namun izin lain seperti Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), dan Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) seringkali sulit diperoleh.

Dengan adanya satgas, diharapkan proses perizinan dapat dipercepat dan disederhanakan. Pembentukan Satgas Hilirisasi diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

Dengan mempercepat proses hilirisasi, nilai tambah produk domestik akan meningkat, yang pada gilirannya dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, hilirisasi juga dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada ekspor bahan mentah dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Saat ini, proses pembentukan Satgas Hilirisasi sedang menunggu disahkannya Keputusan Presiden (Keppres) sebagai dasar hukum operasionalnya.

Menteri Bahlil menyatakan bahwa Keppres tersebut sedang dalam proses dan pihaknya menunggu arahan teknis lebih lanjut dari Presiden Prabowo. Setelah Keppres disahkan, satgas akan segera bekerja untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan.

Pembentukan Satgas Hilirisasi merupakan langkah strategis pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat proses hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional.

Dengan diketuai oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dan melibatkan berbagai kementerian teknis, satgas ini diharapkan dapat mengatasi berbagai hambatan dalam proses perizinan dan implementasi hilirisasi.

Dampak positif yang diharapkan meliputi peningkatan nilai tambah produk domestik, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar internasional. (*)

Halaman :

Kata Kunci : Presiden Prabowo telah menunjuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi

Sorotan


Teknologi Oil Separator, Solusi Ramah Lingkungan untuk Pengolahan Limbah Industri Tambang

Teknologi

Ketegangan Global Dikhawatirkan Meningkat Terkait Mineral Tanah Jarang (REE)

Internasional

Imbas Pembatasan Kuota Produksi, Harga Nikel Diprediksi Naik Signifikan Tahun Ini

Liputan Khusus

Menimbang Untung-Rugi Rencana Indonesia Membeli Minyak Mentah dari Rusia

Minyak dan Gas

Presiden Prabowo Tunjuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Sebagai Ketua Satgas Hilirisasi

Nasional

Pasang Iklan

Pilihan Redaksi

Ironi Ketahanan Energi, Ini Alasan Indonesia Mengimpor Minyak dari Singapura

Ulasan

Energi Panas Bumi Jadi Andalan Bauran EBT Hingga Akhir 2024

Energi

Tambang Batubara di Afghanistan Runtuh, Beberapa Orang Terjebak

Internasional

WALHI Sumbar Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Tambang Ilegal 600 Juta Per Bulan Kepada Aparat

Nasional

Bekas Tambang Grasberg Dalam Proses Reklamasi, Berapa Dananya?

Lingkungan

Pasang Iklan

Baca Juga

Pemerintah Akan Dorong Pemanfaatan Gas Bumi Untuk Swasembada Energi

Energi

Ada Dugaan Pelanggaran HAM Dibalik Aktivitas Tambang di Musi Banyuasin, Berikut Kronologinya

Nasional

Di Tengah Gencarnya Transisi Energi, Mengapa Indonesia Masih Pakai Batubara?

Energi

Indonesia dan Kanada Jalin Kerjasama Sektor Mineral Kritis dan Transisi Energi

Nasional

Harga Komoditas Produk Pertambangan Turun Jelang Pergantian Tahun, Mengapa?

Nasional

Pasang Iklan

Berita Lainnya

China Temukan Cadangan Emas Raksasa Berkualitas Tinggi

Internasional

Bahlil Akui Indonesia Masih Impor Nikel Meski Punya Cadangan Terbesar di Dunia, Ada Apa?

Nasional

Kasus Polisi Tembak Polisi Diduga Akibat Lindungi Tambang Ilegal, Penegakan Hukum Harus Transparan

Nasional

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakati Kerjasama Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral

Nasional

Pemerintah Akan Pangkas Izin Sektor Energi Panas Bumi Jadi 5 Hari

Energi

Pasang Iklan