Sebagaimana diketahui, Rare Earth Elements (REE) adalah mineral yang sangat jarang dan sangat dibutuhkan untuk perkembangan teknologi modern, terutama untuk alutsista (alat utama sistem persenjataan).
REE terdiri dari 17 unsur yang memiliki sifat unik, seperti konduktivitas tinggi, kemampuan magnetik kuat, serta ketahanan terhadap suhu ekstrem. Spesifikasi ini membuat REE menjadi komponen kunci dalam berbagai aplikasi teknologi, termasuk sistem peralatan militer canggih.
Berdasarkan data dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), total cadangan REE di seluruh dunia diperkirakan mencapai 110 juta ton, dan dari jumlah tersebut sekitar 40% atau sekitar 44 juta ton berada di China.
Pada September 2024, China kembali menemukan deposit REE sebesar 4,96 juta ton di Provinsi Sichuan, dan semakin memperkuat posisinya sebagai pemilik cadangan terbesar di dunia.
Saat ni, China menguasai sekitar 70% produksi dan lebih dari 90% pemurnian REE global. Dominasi ini China disebut memiliki pengaruh signifikan dalam rantai pasokan global untuk berbagai teknologi canggih, termasuk elektronik, kendaraan listrik, dan peralatan militer.
Potensi Konflik Global terkait REE
Kata Kunci : Ketegangan Global Meningkat terkait Mineral Tanah Jarang
25 Jul 2025, 9:41 WIB
Teknologi
03 Jul 2025, 14:31 WIB
Ulasan
02 Jun 2025, 11:44 WIB
Liputan Khusus
30 Mei 2025, 14:49 WIB
Teknologi
30 Mei 2025, 0:30 WIB
Internasional
24 Feb 2025, 0:22 WIB
Liputan Khusus
13 Jan 2025, 15:49 WIB
Minyak dan Gas
12 Jan 2025, 23:31 WIB
Nasional
10 Jan 2025, 19:16 WIB
Ulasan
18 Des 2024, 13:38 WIB
Energi
18 Des 2024, 10:16 WIB
Internasional
16 Des 2024, 12:58 WIB
Nasional
13 Des 2024, 10:28 WIB
Lingkungan
12 Des 2024, 10:49 WIB
Energi
11 Des 2024, 11:12 WIB
Nasional
09 Des 2024, 13:08 WIB
Energi
05 Des 2024, 10:41 WIB
Nasional
04 Des 2024, 10:54 WIB
Nasional
03 Des 2024, 12:23 WIB
Internasional
02 Des 2024, 13:56 WIB
Nasional
26 Nov 2024, 10:29 WIB