Fashion Brand Season Sale
Fashion Brand Season Sale
Home
»
Teknologi
»
Detail Berita


Teknologi Dry Stack Tailing dalam Pertambangan : Solusi Ramah Lingkungan?

Foto: Pemanfaatan teknologi Dry Stack Tailing (www.takraf.com)
Pasang Iklan
Oleh : M. Haris Zakiyuddin

Semarang, Wartatambang.com — Penanganan terhadap limbah hasil tambang atau tailing menjadi salah satu tantangan besar yang harus dihadapi dalam industri pertambangan.

Salah satu alternatif yang mulai banyak digunakan dalam dunia pertambangan ialah pemanfaatan teknologi dry stack tailing yang dianggap lebih ramah lingkungan dibanding metode tradisional.

Pengelolaan limbah tambang dengan teknologi ini dinilai lebih aman dan efisien serta dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Apa Itu Dry Stack Tailing?

Dry stack tailing merupakan metode pengelolaan limbah hasil tambang dengan mengeringkan limbah hingga berbentuk padat sebelum limbah disimpan ditempat tertentu dalam bentuk lapisan-lapisan kering.

Teknologi ini tidak memerlukan penggunaan air dalam jumlah besar sebagaimana digunakan dalam beberapa metode konvensional, seperti metode taiing dams atau kolam penampungan.

Limbah tambang pada umumnya metode konvensional disimpan dalam bentuk lumpur cair. Namun hal ini berisiko menyebabkan pencemaran lingkungan dan kebocoran bendungan penampung.

Manfaat Teknologi Dry Stack Tailing

Keunggulan utama teknologi dry stack tailing ialah pada sisi keamanannya. Resiko keruntuhan bendungan limbah tambang yang kerap menimbulkan bencana lingkungan dapat diminimalisir dengan hadirnya teknologi ini.

Penggunaan lahan dalam teknologi ini juga tidak begitu banyak, pasalnya limbah padat dapat disimpan secara lebih efisien. Hal ini juga mengurangi dampak pencemaran air tanah yang sering terjadi dalam metode penyimpanan basah.

Metode ini juga dianggap lebih ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan air berlebih secara signifikan. Dampaknya tentu membantu menjaga sumber daya air di sekitar lokasi tambang.

Teknologi ini juga memungkinkan pengurangan debu-debu berbahaya serta meminimalisir potensi limpahan air limbah ke lingkungan sekitar.

Cara Kerja Teknologi Dry Stack Tailing

Proses dry stack tailing dimulai dengan mengeringkan limbah tambang menggunakan alat seperti filter press atau vacuum disc filters.

Setelah limbah tambang dikeringkan, material tersebut akan membentuk padatan dengan kadar air yang sangat rendah. Kadar air yang terkandung biasanya berada di bawah 20%.

Limbah yang sudah kering kemudian dipindahkan dan disimpan dalam lapisan-lapisan pada tempat penyimpanan khusus yang telah disiapkan.

Karena sifatnya yang padat, limbah kering ini lebih stabil secara struktural, sehingga menurunkan resiko longsor atau erosi.

Teknologi dry stack tailing kini menjadi alternatif yang semakin populer di industri pertambangan global. Dengan manfaat-manfaat yang ada, teknologi ini tentu menawarkan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi industri pertambangan.

Halaman :

Kata Kunci : Mengenal Teknologi Dry Stack Tailing dalam Pertambangan Sebagai Solusi Tambang Ramah Lingkungan

Sorotan


Optimalkan Pengelolaan Limbah Tambang: Oil Separator sebagai Inovasi Tepat untuk Efisiensi dan Keberlanjutan

Teknologi

Keberadaan Smelter Merupakan Simbol Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Ulasan

PT United Tractors Pandu Engineering Group dan DPP Sukses Angkat Kualitas SDM Vokasi Nasional Melalui Kolaborasi Industri-Pendidikan

Liputan Khusus

Teknologi Oil Separator, Solusi Ramah Lingkungan untuk Pengolahan Limbah Industri Tambang

Teknologi

Ketegangan Global Dikhawatirkan Meningkat Terkait Mineral Tanah Jarang (REE)

Internasional

Pasang Iklan

Pilihan Redaksi

Imbas Pembatasan Kuota Produksi, Harga Nikel Diprediksi Naik Signifikan Tahun Ini

Liputan Khusus

Menimbang Untung-Rugi Rencana Indonesia Membeli Minyak Mentah dari Rusia

Minyak dan Gas

Presiden Prabowo Tunjuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Sebagai Ketua Satgas Hilirisasi

Nasional

Ironi Ketahanan Energi, Ini Alasan Indonesia Mengimpor Minyak dari Singapura

Ulasan

Energi Panas Bumi Jadi Andalan Bauran EBT Hingga Akhir 2024

Energi

Pasang Iklan

Baca Juga

Tambang Batubara di Afghanistan Runtuh, Beberapa Orang Terjebak

Internasional

WALHI Sumbar Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Tambang Ilegal 600 Juta Per Bulan Kepada Aparat

Nasional

Bekas Tambang Grasberg Dalam Proses Reklamasi, Berapa Dananya?

Lingkungan

Pemerintah Akan Dorong Pemanfaatan Gas Bumi Untuk Swasembada Energi

Energi

Ada Dugaan Pelanggaran HAM Dibalik Aktivitas Tambang di Musi Banyuasin, Berikut Kronologinya

Nasional

Pasang Iklan

Berita Lainnya

Di Tengah Gencarnya Transisi Energi, Mengapa Indonesia Masih Pakai Batubara?

Energi

Indonesia dan Kanada Jalin Kerjasama Sektor Mineral Kritis dan Transisi Energi

Nasional

Harga Komoditas Produk Pertambangan Turun Jelang Pergantian Tahun, Mengapa?

Nasional

China Temukan Cadangan Emas Raksasa Berkualitas Tinggi

Internasional

Bahlil Akui Indonesia Masih Impor Nikel Meski Punya Cadangan Terbesar di Dunia, Ada Apa?

Nasional

Pasang Iklan